Kamis, 23 Februari 2012

GERAK DASAR PERMAINAN SEPAK BOLA


Permainan sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga  permainan yang sangat digemari oleh anak-anak (siswa) sekolah bahkan seluruh lapisan masyarakat di pelosok tanah air Indonesia. Agar para siswa dapat melakukan permainan sepak bola, kepada mereka perlu diajarkan gerak dasar yang benar dan teratur oleh para guru atau pelatih sepak bola. Gerak dasar dalam permainan sepak bola terkait dengan keterampilan teknik yang  ada dalam permainan yang meliputi unsur-unsur sebagai berikut:
1.      Macam-macam menendang bola
2.      Macam-macam menghentikan bola
3.      Macam-macam menggiring bola
4.      Macam-macam menyundul bola.
Sebelum kita masuk pada  contoh pembelajaran permainan sepak bola alangkah baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu berbagai macam permainan yang berhubung-an dengan gerak dasar sepak bola, agar anak dapat merasakan dan menjelajahi pola permainan tersebut sehingga mereka dapat menemukan berbagai macam gerak dasar sepak bola tersebut. Permainan tersebut diantaranya mengoper, menendang bola, dan menghentikan bola dengan kelompok bermain pada lapangan yang terbatas.





















1.      Sikap awal
Siswa dijadikan beberapa kelompok dalam satu kelompok terdiri dari 6 anak. Setiap kelompok mendapat satu bola, bola di oper-operkan dan apabila semua anak telah menerima giliran menyentuh bola boleh dilakukan menendang ke arah gawang.

2.      Permainan mengoper
Setiap kelompok siswa membuat posisi berbaris berhadapan di belakang dua tanda yang terpisah dengan jarak tiga sampai delapan meter, seorang siswa mengoper pada siswa lain yang berada paling depan dari kelompok dihadapannya, setelah itu siswa lari secepatnya  ke arah paling belakang kelompok yang lain. Setiap siswa melakukan pola ini dan istirahat setelah melakukannya selama tiga sampai lima menit.

3.      Menendang dan menghentikan bola
Setiap kelompok siswa membuat posisi sebuah lingkaran yang menghadap ketengah atau kedalam. Sebuah bola diberikan kepada seorang siswa yang ada dalam lingkaran. Siswa tersebut akan meletakkan bola di depannya kemudian ditendang ke arah yang diinginkan. Cara menendang bola tidak ditentukan apakah dengan ujung kaki, kaki bagian dalam, atau dengan kura-kura kaki. Siswa yang dituju atau yang didekati oleh bola tadi berusaha untuk menangkap bola dengan tangan atau menghentikan bola dengan kaki. Setelah itu ia juga akan meletakkan bola di depannya dan akan menendang ke arah yang di inginkannya. Begitu selanjutnya sampai batas waktu yang ditentukan oleh guru, setiap menghentikan bola dengan kaki anak harus berusaha dengan berbagai sikap kaki (kura-kura, kaki bagian dalam dan kaki bagian luar).
Pada latihan ini akan diperoleh aktifitas bagaimana siswa akan berkerjasama atau memberikan kesempatan pada temannya untuk menendang dan menghentikan bola sehingga semua dapat melakukan aktifitas. Di samping itu mereka akan menemukan bagaimana menendang dan menghentikan bola yang nyaman dan dapat memenuhi keingginannya, walaupun tendangannya belum mencapai sasaran. Guru hanya memberikan saran-saran dan tidak memaksakan harus begini atau harus begitu, tetapi bagaimana kalau Anda lakukan begini atau coba begini, sehingga anak didik tidak merasa dipaksa atau disalahkan. Guru dalam membangkitkan minat dan semangat serta  gairah siswa dengan  cara memberikan pujian. Oleh sebab itu, semua gerakan yang dilakukan oleh siswa sementara di anggap betul.

4.      Pengembangan permainan menendang bola
a.       Jarak atau besarnya lingkaran setiap kelompok atau jumlah anak dari setiap kelompok, guru dapat mengubah atau menambah, tetapi harus disesuaikan dengan keadaan dan keterampilan anak didik.
b.      Bola yang diberikan pada setiap kelompok lingkaran, pada awalnya hanya satu saja, kemudian setelah itu pemberian bola dapat diperbanyak sehingga lebih menarik, asal tidak membahayakan bagi anak didik.
c.       Apabila menghentikan bola dengan kaki, anak ahrus berusaha bagaimana agar bola itu tidak memantul lagi dari kaki. Dan menghentikan bola ini dapat dilakukan berbagai posisi kaki. Kalau bola dilemparkan oleh teman atau melambung tinggi usahakan agar memberhentikan bola dengan dada atau dengan paha atau dengan kura-kura kaki. (baik bagian kiri atau bagian kanan)
d.      Pada awal pembelajaran bola ditendang dengan bebas dengan semua dari bagian kaki. Setelah itu dapat ditentukan, apakah di tendang dengan kaki bagian dalam saja, punggung kaki (kura-kura) atau tumit.
e.       Tendangan juga dapat ditentukan, apakah dengan kaki kiri saja atau kaki kanan saja.
f.       Berikut, kalau tadinya siswa menendang bola hanya dari tempat masing-masing ke arah depan, sekarang bola diletakkan/dibawa ke tengah lingkaran. Bola yang akan ditendang ditentukan arahnya, mungkin ke samping kiri, mungkin ke kanan atau dapat juga ke belakang. Kegiatan ini dilakukan bergantian, semua anak harus mendapat giliran sesegera mungkin.
g.      Selanjutnya kalau tadi sebelum menendang, bola harus ditangkap atau diberhentikan dahulu pada tempat kita berdiri, sekarang bila bola datang menuju kita, bola harus ditendang langsung. Bola dapat ditendang dengan kaki bagian dalam, ujung jari kaki, tumit atau kura-kura kaki atau dapat juga dimainkan dengan paha kalau bola tinggi. Artinya, sekarang anak dapat juga menendang bola ke segala arah.
h.      Tugas ajar menendang tersebut dapat dilakukan baik dengan  kaki kiri maupun kaki kanan.
i.        Bola yang datang diberhentikan lagi dan setelah bola diberhentikan, sekarang menendang bola akan dilakukan dengan memantulkan bola ke lantai terlebih dahulu. Setelah bola dipantulkan ke lantai, kemudian bola ditendang dengan kura-kura kaki atau dengan bagian kaki yang lain (kaki bagian dalam, kura-kura dan sebagainya)dan dapat juga ditendang dengan tumit kaki.
j.        Kalau tadi bola dipantulkan ke lantai, berikutnya tidak dipantulkan, tetapi dilambungkan ke arah kaki yang akan menendang dan langsung ditendang sebelum bola menyentuh lantai. Tendangan selalu diarahkan ke depan walaupun belum menentu arahnya.
k.      Bila anak sudah lebih mahir dalam kegiatan tersebut, berikut seberang lingkaran. Bola digelindingkan kepada temannya yang akan menedang bola tersebut. Setelah bola sampai pada teman yang dituju umpamannya dengan kaki bagian dalam, ujung jari kaki ataupun dengan kura-kura kaki menendang juga dapat dilakukan dengan kaki kanan, maupun dengan kaki kiri.
l.        Kalau tadi bola digelindingkan, sekarang bola ditendang dalam posisi sedang melambung sehingga sampai pada pasangannya, bola ditendang dalam keadaaan melambung. Cara menendangnya juga dilakukan dengan berbagai macam posisi kaki, baik kaki kiri maupun kaki kanan. Setiap menendang bola, anak berusaha atau dapat mengarahkan ke mana arah bola yang diinginkan.
m.    Berikut, tugas menendang bola ke segala arah dan dengan berbagai macam posisi kaki (kaki dalam, ujung jari kaki, punggung kaki atau dengan tumit). Tugas ajar itu juga dapat dilakukan dengan kaki kiri atau kaki kanan. Caranya adalah bola yang datang digelindingkan atau dilambungkan oleh seseorang dari seberang lingkaran. Anak yang akan melaksanakan tugas ajar itu, langsung menjemput bola ke depan dan menendang bola ke arah yang sudah ditentukan(muka, belakang, kiri, kanan dan sebagainya).

5.      Bermain dengan tiga keterampilan
Permainan ini memerlukan 5 sampai 6 orang anak. Ini akan bermanfaat karena meliputi melempar bola, mengontrol bola, menggiring bola dan lari. Letakkan tiga penanda berbentuk segi tiga dengan masing-masing sisi. Seorang pemain dari kelompok A melakukan lemparan kedalam,seorang dari kelompok B berlari dan mengontrolnya. Pemain kelompok B tadi menggiring bola mengitari penanda 3 seperti yang ditunjukkan,lalu lari kebelakang kelompok A, sedangkan anak yang melemparkan bola tadi lari bergabung dan mengambil posisi dibelakang kelompok B, sementara itu dua anak yang lain mengulangi permainan itu.

Fokus perhatian
Hal yang perlu diperhatikan dari aktivitas tadi adalah bahwa anak diberi kebebasan berbagai macam menendang,meliputi:
a.  Menendang bola diam dengan berbagai posisi kaki (ujung, dalam, kura-kura maupun kaki luar) baik dengan kaki kiri maupun kanan,kearah depan saja.
b.  Menendang bola diam deengan berbagai posisi kaki,baik dengan kaki kiri maupun kanan untuk berbagai arah(kiri,kanan,muka,belakang).
c.  Menendang bola bergerak dengan berbagai posisi kaki,baik dengan kaki kiri maupun kanan untuk kearah depan saja.
d.  Menendang bola bergerak dengan berbagai posisi,baik dengan kaki kiri maupun kanan kesegala arah.
e.  Menghentikan bola dengan berbagai posisi kaki,baik dengan kaki kiri maupun kanan.Yang lebih penting adalah agar bola tidak memantul jauh dari kaki anak.
6.      Menggiring  bola
Meskipun sepak bola merupakan permainan beregu yang membutuhkan kekompakan/ kerjasama tim yang terpadu, tetapi diperlukan  pula kecakapan  individual yang tinggi.  Untuk dapat menggiring bola dengan baik diperlukan keterampilan perorangan agar bola dapat digiring dengan cepat tanpa mudah di rebut lawan.
Ada beberapa cara  menggiring bola yang harus dikuasai dengan baik.  Cara-cara menggiring tersebut, sebagai berikut :
  1. Menggiring bola dengan kura-kura kaki bagian luar.
Mengiring bola dengan cara ini, apabila gerakannya maju yang dikehendaki berupa lintasan melengkung. Dengan cara ini siswa /pemain akan dapat bergerak dengan cepat tanpa mudah dihadang oleh lawan karena posisi bola berada di sisi lain dari lawan. Untuk dapat melakukannya, perhatikan posisi kaki. Sikap kaki yang digunakan untuk menggiring bola tidak jauh berbeda dengan cara menendang bola dengan menggunakan kura-kura  kaki bagian luar. Kaki yang digunakan untuk menendang bola agak diputar ke dalam pada pergelangan kakinya ke arah kaki tumpu. Sambil berlari, bola disentuh pada titik pusatnya dengan kura-kura kaki bagian luar.

  1. Menggiring bola dengan kura-kura bagian dalam.
Teknik ini tepat digunakan bila  pemain ingin menggiring bola sambil lari melingkar.  Posisi kaki sama dengan  bila akan menendang bola dengan kura-kura bagian dalam. Kaki yang akan digunakan untuk  menggiring bola diputar keluar pada pergelangan kakinya.
  1. Menggiring dengan kura-kura kaki.  
Teknik ini biasanya digunakan bila pemain ingin menggiring bola dengan lari ke depan lurus. Kaki yang digunakan untuk menggirirng bola ditarik ke bawah pada pergelangan kaki sehingga kura-kura  kaki menghadap ke depan. Bola disentuh dengan menggunakan  punggung  kaki dengan luwes sehingga bola tetap dekat dengan  kaki.
      Setelah melakukan latihan menggiring bola, maka setiap kelompok anak membuat lingkaran menghadap ketengah. Sebuah bola diberikan pada salah seorang anak dalam kelompok tersebut. Anak tersebut meletakkan bola di depannya, kemudian menggiring bola kearah depan menuju salah seorang teman yang berada dihadapannya. Setelah sampai pada tempat yang dituju, bola dioperkan pada teman tersebut dan dia menggantikan posisi berdiri teman tersebut, sedangkan teman yang menerima bola tadi mendribble bola kedepan kearah teman yang lain yang belum mendapat giliran. Begitu selanjutnya sampai  peserta didik mendapat giliran.

7.      Alat /media pembelajaran yang digunakan:
Bola yang digunakan disesuaikan dengan kondisi fisik anak SD,bisa terbuat dari kain bekas, kertas, dari kulit jeruk, bola plastik serta bola-bola yang ringan dan berwarna warni, bukan ukuran standar.

Catatan
Perlu diingat bahwa permainan yang diberikan di atas adalah bertujuan  untuk memberikan  pada anak berbagai macam gerak yang berhubungan dengan menendang, menggiring, menghentikan, menembak ke arah gawang, yang dilakukan dengan kelompok kecil dan dengan pemberian alat/bola dari jenis dan bahan apa saja yang terdapat di sekitar lingkungan tempat tinggal anak, prinsipnya benda bulat yang dapat menggelinding dan tersedia dalam jumlah  yang cukup memadai dan tidak membahayakan anak didik.
Tujuannya adalah agar anak didik dapat melakukan gerakan sebanyak mungkin (dengan tidak lama menunggu giliran), serta dapat bersosialisasi dengan teman-temanya dengan baik. Dengan sendirinya ranah afektif akan meningkat apa lagi psikomotornya karena yang dilakukannya adalah sesuai dengan  keinginannya dan menggembirakan bagi anak didik, dan anak didik tidak terlalu terikat dengan peraturan dan perintah guru. untuk mengembangkan ranah kognitif, ia akan berusaha bagaiman agar setiap posisi kaki yang dipergunakan untuk menendang, bagaimana ia dapat mengarahkan bola ke arah  mana yang ingin dituju.
Demikian pula dalam menghentikan bola, anak didik akan memikirkan bagaiman agar bola itu dapat berhenti dan tidak memantul jauh dari kakinya. Juga menggiring bola yang dikejar oleh temannya, bagaimana agar temannya tidak  dapat mengambil/merebut bola yang berada pada kakinya.
Keterampilan tersebut tidak mungkin dapat dikuasai oleh anak didik sekaligus  dalam satu semester, tetapi diharapkan mereka memiliki pengalaman dalam bermain dan mengulanginya ketika berada di luar sekolah.

8.      Pembelajaran Sepak bola
Pada kesempatan ini ditampilkan suatu contoh pembelajaran gerak dasar permainan sepak bola.
a.       Bermain menendang dan menangkap bola.
Dua kelompok regu yang berhadapan dengan posisi bebas pada jarak 5-8 meter.  Salah satu regu yang berada di belakang garis batas dengan sebuah bola di tangan siap menendang bola melambung ke daerah seberang, berusaha bolanya  dapat melewati garis batas.  Regu seberang siap menangkap bola lambung dalam daerahnya dari regu penendang. Apabila bola dapat ditangkap maka diberikan nilai satu bagi regu penangkap. Kegiatan dilakukan secara bergantian setelah ada aba-aba dari guru. Regu penendang dapat  nilai satu, bila bola yang ditendang melewati garis batas 5-8 meter.  Regu yang dapat mengumpulkan nilai terbanyak menjadi regu yang memenangkan pertandingan sederhana itu

b.      Bermain menendang dan menghentikan bola serta berlari ke tempat kosong.
Dua kelompok regu masing-masing terdiri  4-5 siswa, bermain menendang bola diarahkan tepat kepada teman yang masing-masing berjarak 2 meter, kemudian segera si penendang lari ketempat lingkaran yang kosong. Penerima tendangan menghentikan bola dan segera mengoper bola ke teman yang lain dan segera pula lari ketempat lingkaran yang kosong. Latihan ini dilakukan secara bergantian, regu yang salah oper atau salah lari diganti oleh temannya seregu yang lain. Regu yang lebih cepat selesai  mendapat nilai satu  poin. Regu yang tanpa salah mendapat tambahan nilai satu lagi. Regu yang mengumpulkan nilai terbanyak ke luar sebagai regu pemenang.

9.      Bermain  menggiring dan menyundul bola
Dua pasang regu berhadapan berbaris  ke belakang di garis awal dengan jarak 20 meter. Apabila ada aba-aba dari guru , siswa secepatnya menggiring bola  menuju rintangan di tengah, kemudian memutarinya.  Setelah itu, ia mengambil  bola dengan tangan untuk dilambungkan, di sundul dan ditangkap kembali berulang kali menuju  teman seregunya yang berdiri  pada  garis seberang lainnya. Kemudian , teman seregu segera melakukan kegiatan yang sama. Pemenang adalah regu yang paling cepat melakukan lomba tersebut.

10.  Bermain menggiring dan memasukkan bola ke dalam gawang
Dua kelompok regu menggiring bola di dalam lingkaran. Arah dan cara menggiring bebas. Apabila guru menyebut suatu nomor maka 2 orang anak dari regu berbeda yang bernomor sama, secepatnya menggiring bola ke luar lingkaran dan menembakkan bola menuju ke dalam salah satu gawang yang tersedia.
Nilai satu diberikan pada regu yang memasukkan bola ke dalam gawang. Anak yang lebih cepat memasukkan bola mendapat tambah satu nilai lagi. Regu yang banyak mengumpulkan nilai adalah pemenangnya.

11.  Penutup
Setelah semua materi disampaikan dan dilaksanakan, peluit dibunyikan tanda usai pelajaran. Anak-anak diajak berkumpul kembali ditempat yang teduh, sambil duduk santai. Guru mengkaji ulang pembelajaran yang baru dilaksanakan, dan memberikan koreksi dan contoh gerakan yang benar dan salah tetapi tidak bermaksud mencari kesalahan siswa. Selanjutnya guru dapat bertanya kepada siswanya.
Misalnya, dengan pertanyaan: “ Ismam, kau tendang dengan bagian kaki yang mana sewaktu menendang bola?” Kemudian anak diajak menyanyi “Di sini senang, Disana senang”. Setelah cukup penenangan, anak-anak diajak mengembalikan alat-alat yang digunakan dalam pembelajaran tersebut di tempat semula.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar