Jumat, 24 Februari 2012

Pembelajaran Permainan Kasti


PENDAHULUAN
Permainan kasti merupakan salah satu cabang olahraga permainan yang sangat popular di Indonesia jauh sebelum zaman penjajahan Jepang, bahkan pada zaman Belanda juga sudah dikenal masyarakat. Pada waktu itu permainan kasti sering dipertandingkan dalam kejuaraan antar sekolah, sehingga permainan ini sangat dikenal dan diajarkan di sekolah-sekolah dasar dan bahkan di masyarakat. Pada beberapa acara nasional permainan ini pernah dipertandingkan, tetapi belakangan ini mulai kurang dikenal dan terpinggirkan.
Apabila kita perhatikan dari sifat permainan, dalam permainan kasti ini ada yang berpendapat agak negatif, salah satunya yaitu akan menjadikan anak dendam terhadap temannya. Ini mungkin saja terjadi bila di sekolah itu guru hanya memberikan permainan kasti tanpa mempertimbangkan aspek pendidikan jasmani, sehingga guru tidak melaksanakan pendidikan jasmani melalui permainan kasti.
Yang dimaksud memberikan nuansa pendidikan dalam permainan kasti adalah bahwa guru pendidikan jasmani di sekolah memberikan pendidikan melalui kegiatan-kegiatan jasmani yang mengedepankan sikap sportivitas, jujur, kerjasama dan aspek pendidikan lainnya dalam pembelajaran permainan kasti. Dalam pendidikan jasmani yang dimaksud adalah bahwa guru berusaha bagaimana mengembangkan domain kognitif, afektif, psikomotorik pada anak didik. Bila salah satu ditinggalkan, umpamanya domain afektif, maka dapat saja terjadi seorang anak yang merasa tidak senang dilempar dengan bola, akan berusaha untuk membalasnya dengan menunggu temannya yang melempar tersebut untuk dilempar kembali. Tetapi apabila mereka memiliki sifat positif terhadap permainan ini dan aspek kerjasama menjadi focus perhatian dalam pembelajaran, maka tidak akan terjadi seorang anak hanya mengejar satu lawan yang tidak disukainya.
Dalam hal ini mungkin guru jarang sekali memberikan suatu tugas pendidikan efektif dalam kegiatan jasmani yang dilaksanakan secara individual, berpasangan, bertiga maupun berkelompok. Jadi guru Pendidikan Jasmani diharapkan dalam mengajar jangan terfokus pada bahan ajar dan materi pembelajaran saja, tetapi hendaknya terfokus pada tujuan pembelajaran sebagai bagian dari tujuan pendidikan. Jadi dalam proses pendidikan pada anak-anak paling tepat diberikan adalah melalui kegiatan bermain olahraga termasuk didalamnya berbagai jenis permainan yang melibatkan sekelompok anak seperti halnya bermain kasti di lapangan.

A.    Lapangan Kasti
Lapangan permainan kasti berbentuk segi empat panjang dengan ukuran luasnya adalah lebih kurang panjang 60 meter dan lebar 30 meter (tidak mutlak). Lima meter dari panjang lapangan dipergunakan untuk ruangan tempat penjaga belakang, tempat pemukul, tempat pelambung dan tempat pemain pemukul. Lapangan dilengkapi dengan tiang penyelamat yang diletakkan dengan jaraknya 5 meter dari garis pemukul dan 5 meter dari garis samping. Sedangkan tiang hinggap ada dua buah yang masing-masingnya diletakkan berjarak 10 meter dari tiang yang lainnya, 10 meter dari garis belakang dan juga 5 meter dari garis samping.
Bagian pangkal lapangan terdapat ruangan atau petak pemukul juga 5 meter kali 5 meter dari garis samping. Sedangkan tiang hinggap ada dua buah yang masing-masingnya diletakkan berjarak 10 meter dari tiang yang lainnya 10 meter dari garis belakang dan juga 5 meter dari garis samping.
Sebelum anak memainkan permainan kasti yang sebenarnya maka terlebih dahulu anak diperkenalkan dengan permainan kasti sederhana, yang disebut permainan bola sentuh. Dengan sendirinya mereka juga sudah menguasai teknik dasar permainan seperti jalan, lari, melempar, menangkap dan memukul.
B.     Permainan Kasti dengan Dua Tiang Hinggap
Permainan ini juga terdiri dari lapangan yang panjangnya hanya 40 meter kali 20 meter, berbeda dengan lapangan bola lempar. Permainan terdiri dari dua regu pelempar dan penjaga. Pelempar pertama memulai permainan dengan melemparkan bola dari dalam ruangan lempar dan berusaha melemparkan bola sejauh mungkin dalam daerah  lemparan dan tidak keluar dari lapangan, maka lemparan dianggap betul. Setelah melemparkan bola ia dapat lari ke tiang 2 bila ia sanggup, tetapi dapat juga pada tiang 1 sebagai penyelamat. Bila ia lari ke tiang 2 sebelum sampai  ke tiang tersebut ia dilempar oleh regu penjaga dan tidak kena maka ia boleh kembali masuk ke ruang bebas dan ia memperoleh nilai dua kalau itu hasil lemparannya sendiri, dan nilai satu bila dengan hasil lemparan tamannya. Tetapi bila ia kena, maka terjadi penggantian permainan tidak bebas, Penjaga lapangan dapat nilai satu bila ia berhasil menangkap bola  lemparan dari pelempar. Pemain akan diganti dengan tidak bebas, kalau regu pelempar kena lemparan yang sah (tidak kepala, kecuali dihadapkan pada pelempar) oleh salah satu regu lapangan. Penggantian permainan bebas adalah bila bola tangkap sudah tiga kali, pemain pelempar  memegang bola kecuali  saat giliran melempar  dan bila pelempar lari ke luar lapangan. Sama dengan hal di atas diharapkan anda melakukan latihan permainan ini sampai anda dapat merasakannya dan mengerti sepenuhnya tentang peraturan dan cara bermain tersebut agar anda dapat mengajarkannya pada anak siswa anda.
Permainan kasti yang juga dimainkan oleh dua regu yang terdiri dari 12 orang setiap regu dan diketuai oleh ketua regu merupakan kelanjutan dari permainan bola sentuh  dan permainan kasti  dengan dua tiang hinggap. Mengenai teknik yang dikuasai oleh permainan kasti ini juga  sama dengan permainan bola sentuh, pemain tidak boleh dikejar oleh regu penjaga  yang b erada pada ruangan bebas, tetapi pada permainan kasti tidak ada ruangan bebas. Oleh sebab itu semua lapangan bebas untuk melempar para pemain sebelum mereka sampai pada tiang yang dituju  atau kembali ke ruang bebas atau tempat memukul bola pada permulaan permainan.
1.      Perlengkapan
Permainan ini dilengkapi  dengan kayu pemukul adalah kayu  (bukan logam) yang bentuknya  bulat telur atau oval yang panjangnya sekitar 50 – 60  cm dengan garis menengah 3,5 – 5 cm. Sedangkan pemegang 15 – 20 cm dengan tebalnya 3 – 4 cm.
Disamping itu juga bola untuk permainan kasti sudah dibulatkan sedemikian rupa yang berisi ijuk atau sabut yang kelilingnya 19 – 21 cm dan beratnya 70 – 80 gram.
Bendera disiapkan untuk setiap sudut lapangan  dan tanda tengah lapangan. Untuk tiang hinggap juga terdiri dari tiang yang diberi bendera yang ditanamkan sedemikian rupa sehingga tidak mudah tercabut sewaktu pelari memegangnya.

2.      Teknik dan Taktik Permainan Kasti
Adapun teknik perorangan  dalam permainan kasti ini secara umum adalah sama hal nya seperti permainan bola bakar, teknik keterampilan dasar yang perlu dipelajari di antaranya adalah :
a.       Teknik jalan dan lari
b.      Teknik melempar
c.       Teknik menangkap
d.      Teknik melambungkan
e.       Teknik memukul
f.       Teknik mengelak

a.       Penguasaan teknik individu
Dalam keterampilan individu semuanya permainan kecil yang menggunakan bola kecil dapat dikatakan sama atau hamper sama, hanya saja dalam permainan kasti dengan dua tiang  hinggap adalah dasar permainan untuk mempergunakan taktik bermain bagi individu dalam memulai permainan, tetapi taktik ini  juga  sangat berhubungan dengan keterampilan dasar yang betul-betul sudah dikuasainya, dan bila teknik yang sudah  dikuasai dengan baik maka akan menimbulkan  kepercayaan pada dirinya dalam melakukan suatu taktik, yaitu bagaimana ia akan menghindari  lemparan dari regu lapangan yaitu dengan gerak membungkuk, melompat ataupun meliuk dan sebagainya sehingga sulit untuk  dilempar.
Anak yang sudah menguasai keterampilan dalam menghindar dan berlari menuju tiang hinggap, dengan cara berlari dengan kecepatan tinggi dan segera merunduk ataupun melompat apabila dilempar, maka ia mencoba suatu teknik yang lebih menantang, seperti pukulan pertamanya, ia tidak perlu memukulkan bola sejauh mungkin, cukup dengan memukul bola dekat-dekat saja pada bagian lapangan yang tidak ada orangnya, kemudian ia terus masuk dalam lapangan lari ke tiang hinggap setelah itu ia akan kembali karena ia yakin  bahwa ia tidak akan bisa dilempar  oleh regu penjaga dengan jarak tertentu yang sudah diperhitungkannya, walaupun ia dikepung oleh lawannya.
Teknik dan taktik dalam permainan kasti ini yang utama bagi regu pemukul di antaranya adalah ; regu pemukul dengan sendirinya sudah menguasai teknik memukul yang baik sehingga ia dapat mengarahkan bola kemana yang disukainya, yaitu dengan membentuk posisi kaki dan mengarahkan bahu ke tempat sasaran yang akan dituju. Mungkin bola akan dipukul kuat, mungkin pelan dan mungkin hanya dengan meyentuhkan  pemukul saja  pada bola dan kemudian ia akan melanjutkan dengan teknik  berlari yang baik, apakah ia akan berlari berbelok-belok atau membungkuk atau melompat. Dengan sendirinya ia juga sudah melaksanakan bagaimana cara mengelak  atau menghindari diri dari  lemparan. Sedangkan teknik dan taktik regu pemukul adalah berusaha sebanyak mungkin anggotanya untuk dapat memukul bola dan  dan menghasilkan nilai yang tinggi. Untuk mencapai  kemenangan diperlukan taktik  dan strategi yang sesuai dengan lawan yang dihadapi.

b.      Taktik regu lapangan
Taktik bagi regu lapangan adalah menjaga bola yang datang padanya dapat ditangkap dengan baik sehingga menghasilkan suatu nilai. Di samping teknik menangkap bola  yang datang padanya sebagai kiriman dari temannya untuk dilanjutkan melempar pelari yang sedang berlari. Bagi mereka yang mempunyai keyakinan lemparannya tidak akan menghasilkan maka ia akan megirim bola pada temannya, dan mereka akan mengepung lawannya. Jadi usaha regu penjaga adalah bagaimana agar regu pemukul dapat dilempar atau seluruh bola yang dipukulnya dapat ditangkap, dan dapat melempar regu pemukul.

Tugas:
Sebelum bermain kasti yang sebenarnya cobalah anda bersama kelompok anda melakukan permainan kasti sederhana dengan alat yang ada, selanjutnya lakukan beberapa bentuk latihanketerampilan dasar permainan kasti, seperti melempar dan menangkap bola, memukul dan berlari serta pelajari peraturan permainannya. Kemudian lakukan permainan kasti sesuai dengan peraturan sebenarnya.

C.    Peraturan Permainan Kasti
Peraturan permainan kasti di Indonesia sebenarnya sudah disusun seperti yang ada sekarang ini. Akan tetapi karena tidak ada induk organisasinya, maka peraturan permainan kasti banyak dimodifikasi oleh daerah-daerah sehingga beberapa peraturan sedikit berbeda. Walaupun demikian peraturan permainan ini dapat dikembangkan lagi sesuai dengan kebutuhan permainan.





1.      Lapangan
Ukuran lapangan adalah empat persegi panjang dan kalau memungkinkan adalah 30 kali 60 meter. Lapangan yang cukup dapat juga dilaksanakan dengan bola kasti sederhana
            D                                  F  








 



15
m











Text Box: 5m



 





15
m













 


Gambar 7. 5. Lapangan kasti
 
                                         30 m                                                    30 m
Keterangan :
A             = Tiang pertolongan : 1,50 m ; A dan B = tiang bebas : 1,50 m.
 A, B dan C dikelilingi lingkaran dengan jari-jari 1 m.
X              = tempat pemukul, ialah petak ukuran  1 x 1 m.
= tempat pelambung, petak 1 x 1 m ; petak di tepi, dekat D baru dipakai, bila   pemukulnya  memukul  dengan tangan kiri.
DE            = garis pemukul
F dan C = bendera tengah.

Pada setiap sudut lapangan diberi bendera termasuk pada tiang hinggapnya. 5 kali 30 meter dari lapangan separonya diambil untuk ruang bebas sedangkan selebihnya adalah ruang pukul yang disiapkan 5 kali 15 meter yang dibagi tiga dengan  batas bujur sangkar 5 meter ditempatkan  pemukul bebas dalam ruangnya, sedangkan pelambung berdiri pada petak 1 kali 1 meter dalam ruangan pada seberang pemukul. ini dapat berubah bila ada pemukul yang kidal. Sedangkan selebihnya adalah lapangan untuk penjaga yang di dalamnya ada tiang pertolongan dengann jari-jari 1 meter terletak 5 meter dari garis samping dan garis pemukul. Di samping itu juga ada tiang bebas sebanyak 2 buah yang ditempatkan pada jarak 10 meter dari garis samping dan 5 meter dari garis belakang.

a.       Kayu Pemukul
Kayu pemukul adalah kayu (bukan logam) yang bentuknya bulat telur atau oval yang panjangnya sekitar 50 – 60 cm dengan garis menengah 3,5 sampai 5 cm, sedangkan pemegangnya 15 – 20 cm dengan tebalnya 3,5 – 4 cm.
b.      Bola
Bola untuk permainan kasti sudah dibuatkan  sedemikian rupa yang berisi ijuk atau sabut yang kelilingnya 19 – 21 cm dan beratnya 70 – 80 gram.

c.       Lama Permainan
Permainan dilakukan 2 x 20 menit atau 2 x 30 menit (dapat disesuaikan).
d.      Pemain
Pemain terdiri dari dua regu yang dipimpin oleh seorang ketua dan masing-masing 12 orang dan 3 orang cadangan, semuanya pemain mempunyai nomor dada yang jelas.
e.       Regu Pemukul
Setelah menentukan dengan undian regu pemukul dan regu lapangan, maka regu pemukul berada dalam ruangan bebas.
f.       Regu Lapangan
Regu lapangan berada bebas dalam lapangan, kecuali :
1)      Pelambung yang berada dalam tempat pelambung.
2)      Penjaga belakang berada pada petak/ruangannya.
3)      Tidak berada pada jalan tiang pertolongan.
g.      Melambungkan Bola 
Pelambung bertugas melambungkan bola pada pelambung sesuai dengan permintaan.
h.      Lambungan Benar
Lambungan benar bila : bola dekat pada pemukul dengan ketinggian antara lutut dan kepala, disamping sesuai dengan permintaan pemukul.
i.        Lambungan Salah
ini terjadi bila :
1)      Tidak sesuai dengan yang disampaikan di atas.
2)      Terlalu jauh dari badan.
3)      Pemberian bola terlalu keras.
4)      Bolanya diputar.
Pemukul dapat menolak/tidak memukul lambungan salah.


j.        Jumlah Pukulan
Setiap regu pemukul hanya berhak atas satu pukulan saja. Kecuali pembebasan dapat memukul 3 kali sebab semua temannya  berada pada tiang hinggap. Disebut juga pembebas.
k.      Giliran Memukul
Pemukul pertama adalah nomor terendah begitu juga mulai setelah istirahat. Sedangkan untuk memulai pada giliran setelah regu lapangan menjadi regu pemukul yang berhak memulai adalah lanjutan dari sebelum menjadi regu lapangan.
l.        Pukulan Betul/Salah
Pukulan dikatakan betul adalah bola dipukul melewati  garis pukul dan menyentuh tanah pada lapangan. Atau tidak keluar dari garis salah / lapangan. Kayu pemukul diletakkan  dalam daerah petak pemukul dengan baik. Pelari boleh langsung lari pada tiang bebas dan kalau mungkin kembali lagi dengan mendapat nilai dua.
Yang tidak sesuai dengan yang dikatakan sebelum ini adalah pukulan salah. Pelari tidak diperbolehkan lari ke tiang bebas, tetapi ia harus berhenti di tiang pertolongan sampai salah seorang dari temannya memukul bola.
m.    Melanjutkan Lari
Pelari dengan pukulan salah berada pada tiang pertolongan, ia dapat melanjutkan larinya  bila ada giliran pukulan dari temannya. Ia boleh terus lari pada tempat yang di tuju bila disengaja dihalangi oleh penjaga.
n.      Bola Mati
Bola dikatakan mati apabila :
1)      bola sudah pada tangan pelambung
2)      pukulan salah
3)      bola hilang
4)      terjadi pertukaran bebas

o.      Bola Dalam Permainan
Bola dalam permainan bila :
1)      sehabis memukul
2)      sesudah pukulan lurus/salah lalu bola dimainkan oleh regu lapangan
3)      ada tanda dari wasit
p.      Bola hilang
Bola hilang kalau bola tidak dapat  diambil regu lapangan, atau bola jauh ke daerah penonton, dan peluit wasit menentukannya. Dan dengan peluit, wasit  juga mengatakan bola dalam permainan.
q.      Melempar
Lemparan dianggap sah bila bola dilemparkan dari sembarang tempat dan bolanya lepas dari  tangan pelempar sehingga mengenai pelari. kecuali kepala dan kecuali kepalanya diberikan kepada pelari. Semua ini juga atas keputusan wasit.
r.        Bertukar Tempat Bebas Tidak Bebas
Apabila regu pemukul kena lemparan maka saat itu juga pemukul langsung menjadi regu lapangan, dengan segera ia dapat melempar lawannya yang berusaha untuk menyelamatkan dirinya ke ruang atau ke tiang bebas serta tiang pertolongan. Pertukaran ini juga bisa terjadi bila regu pemukul memegang bola walaupun pada saat menerima bola yang akan dipukul. Begitu juga halnya bila pemain lapangan sudah masuk lebih dulu ke dalam ruangan bebas sebelum temannya melempar (lemparan tidak sah), atau regu pemukul lebih dulu keluar sebelum temannya akan dilempar.
s.       Pertukaran Bebas
Pertukaran bebas terjadi apabila :
1)      regu lapangan memiliki 3 bola tangkap dalam satu babak
2)      pukulan pembebas tidak berhasil dab dibakar oleh regu lapangan
3)      pemukul keluar ruang bebas tidak untuk memukul
4)      kayu pemukul lepas
5)      pelari yangb tidak menyentuh tiang bebas sudah masuk kembali keruang bebas.

Bila seluruh peraturan sudah diketahui oleh para pemain, pelatih, wasit dan para ofisial dari setiap regu, maka mungkin pertandingan  kasti yang akan diadakan dapat berjalan dengan baik. Untuk melaksanakan suatu pertandingan tersebut dengan sendirinya harus menunjuk panitia pelaksana yang akan melaksanakan pertandingan dan membuat rencana-rencana pertandingan.

2.      Jauh sebelum pertandingan
Ketua pertandingan sudah melengkapi susunan pengurusnya yang lengkap dengan seksinya  pada pertemuan pertama, dan ia sudah menjanjikan pada setiap  anggota panitia akan bertemu kembali pada tanggal dan tempat yang sudah ditentukan dengan tugas adalah setiap seksi menyampaikan semua proposal atau rencana kerja pada ketua, masing-masing kegiatan yang akan dikerjakannya. Ketua bersama sekretaris menerima laporan dari setiap seksi atau anggota panitian dan bersama-sama akan menyelesaikannya kalau ada masalah yang mungkin belum dipecahkan.

Tugas:
Sebelum anda melanjutkan mempelajari modul ini, coba anda tuliskan atau diskusikan apa-apa saja yang dibutuhkan atau apa perlunya diadakan pertemuan jauh sebelum pertandingan ini dan bagaimana kalau pertemuan itu tidak diadakan.
Dengan adanya laporan lengkap dari setiap seksi pertandingan pada pertemuan yang sudah disepakati, maka apa yang akan dihadapi untuk pekerjaan atau rencana kerja pada jangka dekat sebelum waktu pertandingan dapat disiapkan.
Pada pertemuan dekat pertandingan, maka dibicarakan hanyalah untuk mencek terakhir persiapan-persiapan yang sudah direncanakan, apakah semua seksi sudah menjalankan tugasnya sesuai target. Kalau masih ada yang tidak beres, maka saat inilah sesuatu itu ditanggulangi dengan sesegera mungkin atau dikerjakan secara bersama.

3.      Menyusun petugas pertandingan
Pertemuan dekat pertandingan ini mungkin saja dilakukan pertemuan sampai beberapa kali, dan ini tergantung pada besar atau kecilnya pertandingan tersebut. Umpamanya saja untuk PON, pertemuan jauh sebelum pertandingan mungkin dilaksanakan dua tahun atau satu setengah tahun sebelum pertandingan, apalagi olympiade mungkin lebih dan banyak  pertemuan. Tetapi kalau itu hanya pertandingan kasti antar dua atau tiga sekolah cukup satu atau dua hari saja. Begitu juga dengan susunan pengurusnya, mungkin saja dilakukan oleh dua atau tiga orang saja, tetapi sebaiknya ada susunan secara lebih sederhana sekurang-kurangnya, yaitu:
a.       Ketua
b.      Sekretaris
c.       Bendahara
d.      Pembantu umum
e.       Seksi-seksi, termasuk :
1)      seksi perwasitan
2)      seksi alat dan lapangan
3)      konsumsi
4)      dan lain-lain

Semua tugas panitia walaupun sederhana  tidak mungkin dilaksanakan dengan satu atau dua orang saja. Untuk itu apa saja tugas dari setiap panitia tersebut.

a.       Tugas Panitia
1)      Ketua
Ketua pertandingan adalah  yang bertanggungjawab terhadap semua kegiatan secara keseluruhan dan mampu memberikan keputusan, serta dapat bekerja sama dengan anggota. Biasanya kalau ketua memang selalu sibuk maka dalam organisasi ditunjuk seorang wakil ketua, dimana tugasnya adalah bertindak sebagai ketua tidak ada dan tugas serta tanggung jawabnya adalah sama dengan ketua.
2)      Sekretaris
Sekretaris adalah seorang yang bertanggung jawab terhadap semua bidang administrasi, mempunyai kemampuan untuk mengambil suatu inisiatif. Ia bertugas membuat  undangan kepada anggota bila ada pertemuan atau rapat, juga undangan pada semua yang ikut  bertanding, undangan pada semua pejabat yang akan menghadiri pembukaan dan penutupan pertandingan dan menerima pendaftaran pertandingan bagi regu yang ikut bertanding, dan memberikan informasi  serta menjelaskan semua pertanyaan yang datang padanya sebagai pengganti ketua. Kalau tugas sekretaris ini dianggap sangat banyak dalam suatu pertandingan tersebut, maka perlu dibentuk seorang atau dua wakil sekretaris. Dimana tugasnya adalah membantu sekretaris satu (umum) dalam tugas sehari-hari, seperti membuat surat, mengirimkan surat, membuat laporan dan sebagainya, kalau memang ada beberapa sekretaris maka mereka akan membagi tugas yang akan dikerjakan dengan persetujuan ketua umum.
3)      Bendahara
Bendahara adalah yang bertanggung jawab tentang masalah keuangan, baik dalam pengadaan maupun pengeluaran yang sebelumnya sudah disetujui atau sudah disetujui atau sudah diketahui oleh ketua pertandingan. Begitu juga halnya, bila pertandingan ini mempunyai event yang lebih besar, mungkin keuangannya juga dipegang oleh lebih dari satu orang atau wakil sebagai wakil bendahara. Wakil bendahara bertugas adalah membantu bendahara satu dalam masalah keuangan, terutama bila bendahara berhalangan atau tidak ada ditempat. Dengan sendirinya pembukuannya tentu tetap satu agar jalannya keuangan itu teratur dan jelas.
4)      Panitia Hakim
Dalam pertandingan besar, panitia hakim tidak dapat diabaikan, sebab bila ada masalah dalam pertandingan atau ada protes dari suatu tim terhadap pelaksanaan pertandingan, maka panitia hakim inilah yang akan bertanggung jawab untuk menyelesaikannya, oleh sebab itu biasanya panitia hakim ini  adalah terdiri dari para ahli dalam bidang olah raga yang dipertandingkan, dan anggotanya biasanya berjumlah ganjil agar dapat membuat keputusan terdapat perbedaan jumlah suara sebagai pedoman.
5)      Pembantu Umum
Kalau dalam pelaksanaan pertandingan yang lebih besar maka pembantu umum mungkin satu atau lebih, tergantung besarnya pertandingan yang akan dihadapi serta banyaknya tugas sehingga perlu anggota lain sebagai tenaga pembantu. Ia bertugas dapat membantu seluruh seksi dimana saja sehingga apa saja yang perlu dibantu maka orang ini akan selalu dapat melaksanakannya.

b.      Seksi-seksi
Tugas bagi mereka yang duduk sebagai seksi akan sama dengan yang duduk dalam pengurus lainnya, dimana mereka juga harus mempersiapkan segala sesuatu sesuai dengan seksinya agar dapat menunjang terlaksananya pertandingan tersebut sesuai dengan rencana seperti :

1)      Seksi wasit, ia sudah memperkirakan banyaknya wasit yang dibutuhkan dalam pertandingan tersebut, dan dapat juga ia yang menentukan siapa yang akan menurunkan wasit yang akan memimpin pertandingan termasuk petugas garis, penulis dan petugas lainnya yang berhubungan dengan wasit.
2)      Seksi alat dan lapangan, terdiri dari satu atau lebih yang bertugas menyiapkan tentang alat yang dibutuhkan bersama jumlah lapangan yang dipakai. Ia bertanggung jawab segalanya yang berhubungan dengan petugas lapangan dan perlengkapannya agar pertandingan dapat berjalan dengan lancar, umpamanya lapangan yang harus dibuat atau digaris, dilapangan butuh tenda dan kursi untuk penonton atau undangan, garis untuk batas penonton dan sebagainya.

c.       Seksi publikasi dan dokumentasi
Seksi ini adalah sangat perlu untuk mempublikasikan  pertandingan dalam kejuaraan apa, perebutan piala apa, bagaimana bentuk spanduk dan dimana ditempatkan, kapan dan dimana pertandingan diadakan sehingga masyarakat dapat mengetahui bahwa adanya pertandingan. Di waktu pertandingan, seksi ini juga bertugas sebagai documenter atau fotografer, maksudnya ia bertanggung jawab dalam dokumentasi, walaupun yang akan bekerja bukanlah dia, tetapi segala sesuatu yang berurusan tentang seksinya maka ialah yang bertanggung jawab untuk mengurus dan menyelesaikannya.
d.      Keamanan
Adalah petugas keamanan yang berfungsi menjaga kemungkinan terganggunya pertandingan, pada umumnya dikerjakan oleh kepolisian dan mungkin saja satpam, dan kalau hanya antar sekolah dapat dilaksanakan oleh guru saja. Jadi maksudnya seksi ini bertanggung jawab untuk mengurus tentang keamanan tersebut.

e.       Kesehatan
Anggota ini terdiri dari beberapa orang yang bertugas untuk membntu  bila dalam pertandingan ada terjadi kecelakaan. Pada pertandingan besar seperti marathon, sepak bola, petugas ini biasanya dipegang oleh perawat (P3K) dan dokter dan kadangkala dilengkapi dengan tandu dan ambulansnya.
f.       Konsumsi
Konsumsi adalah yang bertugas sebagai penyiapan makanan, dan kalau pada pertandingan besar ia juga termasuk pada akomodasi dan tempat. Dan ada kalanya juga dipisahkan, ini kalau pertandingan membutuhklan konsumsi untuk panitia atau pemain.

Jadi walaupun pertandingan kasti belum tentu akan begitu banyak pelaksana pertandingannya, tetapi sebagai guru pendidikan jasmani perlu juga mengetahui hal-hal yang memungkinkan akan melaksanakan suatu pertandingan yang lebih besar dari yang diperkirakan. Umpamanya saja pertandingan  kasti satu kecamatan, pengikutnya mungkin lebih dari 50 peserta, jadi membutuhkan petugas yang banyak juga. Mungkin saja pertandingan satu provinsi, mungkin akan lebih banyak lagi petugas yang dibutuhkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar