Kamis, 23 Februari 2012

Pendidikan Kesehatan 2


Kesehatan Lingkungan
Manusia selalu hidup dan berada di suatu lingkungan, apakah lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah, lingkungan pekerjaan, lingkungan tempat berolahraga maupun lingkungan rekreasi. Manusia dapat mengubah (memperbaiki atau mengembangkan) lingkungannya untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari lingkungan itu, walaupun yang sering terjadi, disadari atau tidak, manusia mengotori, bahkan merusak lingkungannya.
Untuk dapat mencapai derajat kesehatan yang baik, manusia harus selalu hidup teratur. Agar dapat hidup sehat, diperlukan kondisi lingkungan yang bersih dan sehat. Sebab dimanapun manusia berada harus selalu bersama-sama dan selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Oleh karena itu kondisi lingkungan harus selalu mendapat perhatian, agar tidak merusak kesehatan, karena kesehatan seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: lingkungan, tingkah laku, pelayanan kesehatan, dan keturunan (hereditas).
Pengertian lingkungan adalah menyangkut ruang lingkup yang sangat luas. Salah satu diantaranya yang cukup penting adalah lingkungan fisik (baik keadaan alam/secara alamiah atau hasil perbuatan manusia). Oleh karena itu, program pedidikan kebersihan dan kesehatan di sekolah diarahkan untuk membentuk sikap dan perilaku peserta didik agar dapat menghayati bagaimana pentingnya lingkungan hidup yang bersih dan sehat bagi kehidupan manusia, yang pada akhirnya diharapkan mengamalkannya. Timbulnya masalah kesehatan karena faktor lingkungan ini pada dasarnya disebabkan oleh tiga hal, yaitu:
1.      Ketidaktahuan manusia, yang umumnya banyak ditemukan di negara-negara berkembang. Penyebabnya karena tingkat pengetahuan mereka terhadap kesehatan masih sangat rendah.
2.      Alamiah, yaitu faktor lingkungan yang secara alamiah kurang menguntungkan bagi kesehatan, seperti adanya rawa-rawa, hutan tropis yang lebat dan bahkan yang disebabkan oleh faktor bencana alam.
3.      Kecerobohan manusia (merusak lingkungan).
Peranan lingkungan dalam menimbulkan penyakit dapat dibedakan dalam 4 macam, yaitu:
1.      Sebagai penunjang terjangkitnya suatu penyakit.
2.      Sebagai media penularan penyakit kepada manusia.
3.      Sebagai penyebab penyakit secara langsung, dan
4.      Sebagai faktor yang menyebabkan bertambah parahnya penyakit
Oleh karena itu, untuk memelihara kebersihan dan kesehatan lingkungan, 3 faktor di bawah ini hendaknya betul-betul diperhatikan, yaitu:
1.      Penyediaan air bersih.
2.      Pengaturan pembuangan sampah dan air limbah.
3.      Menjaga kebersihan/kesehatan kamar mandi, WC.
Untuk mencapai kebersihan yang memenuhi syarat kesehatan yang optimal, maka usahakanlah agar kamar mandi, WC dan peturasan di rumah maupun disekolah untuk selalu bersih, lantai harus selalu kering dan tidak licin, hindarkan bau yang tidak sedap, dinding harus selalu bersih, tidak dicorat-coret, bak air harus bersih, tidak berlumut dan setiap minggu harus dikuras untuk menghindari berkembangnya jentik nyamuk, ventilasi harus berfungsi dengan baik agar tidak pengap juga tidak lembab, cahaya penerangan harus cukup.
Masalah lingkungan dalam program pendidikan kebersihan bagi anak-anak Sekolah Dasar hanya diperkenalkan kepada lingkungan rumah dan lingkungan sekolah.

1.      Kesehatan Lingkungan di Rumah
Memelihara kebersihan lingkungan di rumah adalah menjadi tanggung jawab seluruh anggota keluarga. Seluruh anggota keluarga selalu dituntut kesadaran yang tinggi untuk selalu memelihara kebersihan di rumah. Apabila seluruh anggota keluarga telah memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya lingkungan, tentu akan lebih mudah lagi dalam memelihara dan mengembangkan lingkungan yang bersih dan sehat di rumah.
Tugas guru di sekolah adalah memberikan pengertian dan kesadaran kepada anak didik mengenai pentingnya kebersihan di rumah bagi kesehatan pribadi maupun anggota keluarga yang lain. Apabila anak didik telah dengan sadar mau melibatkan diri dalam kegiatan pemeliharaan dan pembinaan kebersihan lingkungan di rumahnya seperti membersihkan halaman, membersihkan saluran air (got), membersihkan kamar mandi dan WC, serta membersihkan dan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan, itu berarti anak telah mengerti akan pentingnya kebersihan lingkungan dan itu merupakan suatu keberhasilan dalam pendidikan kebersihan anak.

2.      Kesehatan Lingkungan di Sekolah
Pemeliharaan kebersihan/kesehatan lingkungan di sekolah adalah merupakan tanggung jawab guru, murid, dan petugas kebun sekolah. Masing-masing individu harus sadar bahwa kebersihan/kesehatan lingkungan di sekolah adalah untuk kepentingan bersama, artinya kalau lingkungan sekolah bersih, sehat, rapi, dan aman diharapkan proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik.
Karena semua individu yang terlibat di dalamnya merasa senang berada di lingkungan yang bersih, sehat, rapi, dan aman. Guru dituntut untuk menerapkan prinsip-prinsip manajemen yang baik, seperti perencanaan, pengorganisasian dan pengawasan, sehingga pemeliharaan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat selalu terpelihara. Bentuk kelompok-kelompok kerja sebagai petugas piket, yang tugasnya membersihkan ruangan/kelasnya, sehingga mereka harus datang lebih dulu dari teman-temannya yang lain. Secara berkala adakan lomba kebersihan antar kelas.
Di samping itu dalam waktu tertentu, adakan acara membersihkan  halaman sekolah dan semua ruangan yang ada, termasuk kamar mandi dan WC sehingga dengan demikian akan selalu tercipta rasa gotong-royong, rasa persatuan, rasa memiliki dan rasa kekeluargaan yang tinggi.
Kemudian yang tak kalah pentingnya, pada waktu-waktu tertentu, adakan lawatan ke sekolah-sekolah lain untuk melakukan pertandingan persahabatan sambil melakukan studi banding tentang keadaan lingkungan di sekolah, sehingga dengan demikian murid-murid akan termotivasi untuk selalu memelihara, menjaga dan meningkatkan kebersihan dan kesehatan lingkungan di sekolahnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar