Kamis, 23 Februari 2012

Permainan Bola Besar di Sekolah


PENDAHULUAN
Pendidikan jasmani di Sekolah Dasar (SD) bertujuan membantu siswa dalam meningkakan dan memperbaiki derajat kesehatan dan kesegaran jasmani melalui pengertian, pengembangan sikap positif dan keterampilan gerak dasar serta berbagai aktivitas jasmani.  Permainan merupakan salah satu bagian yang diberikan dalam kegiat-an belajar mengajar pendidikan jasmani, hal ini dimaksudkan agar tujuan yang disebut di atas dapat mencapai sasaran Sebagai pelaksana Kurikulum Satuan Tingkat satuan Pendidikan (KTSP) , selain untuk mengetahui dan menerapkan ber-bagai jenis pelajaran Anda pun diminta untuk memhami dan mengasai pendidikan jasmani dan kesehatan sebagai mana pembelajaran yang diberikan di SD.
Pada bagian ini Anda akan mempelajari permainan bola besar seperti Bola Voli dan Sepak  bola  untuk anak-anak yang berguna untuk mengembangkan kemampuan motorik. Dengan demikian Anda dapat mengemas pembelajaran tersebut secara lebih menarik, selanjutnya anda akan mempelajari bagaimana mengelola pembelajaran permainan sepak bola dan bola voli yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak di SD, sehingga bermanfaat bagi pertumbuh-an dan perkembangannya serta pem-bentukan moral dan karakter anak dengan baik. Setelah itu, Anda diharapkan dapat memodifikasi per-mainan tersebut sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang tersedia di lingkungan sekolah masing-masing. Ada tiga jenis permainan secara umum yang perlu Anda pelajari sebelumnya yaitu: (1) Official games, (2) Lead up games , dan (3) low organization games. Official games adalah permainan yang memiliki organisasi resmi yang diakui oleh tingkat nasional dan internasional dimana aturan-aturan yang telah ditentukan dalm pertandingan tidak dapat di ubah. Dalam pembelajaran pendidikan jasmani di SD hal ini belum akan diberikan sebelum anak matang sampai pada penguasaan keterampilan spesifikasi dan spesialisasi. Lead Up games merupakan salah satu permainan yang akan diterapkan dalam pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah dasar, tetapi baru akan diberiakn apabila mereka telah menguasai berbagai keterampilan gerak dasar. Karena permainan ini merupakan permaianan yang dimodifikasi yang mengarah kepada olahraga resmi yang akan dipelajari. Permainan sepakbola dapat dimodifikasi berupa peraturannya, perlengkapan yang dipergunakan ukuran lapangan serta jumlah pemainnya. Demikian pula lapangan yang dipergunakan dapat memakai lapangan bulu tangkis atau lapangan bola voli dan sebagainnya, jumlah pemainnya dapat dilakukan lima lawan lima atau lebih, begitu juga boleh memakai penjaga gawang dan boleh tidak gawangnya pun dapat memakai satu buah tiang atau dua buah tiang, satu lapangan sepak bola dapat dipergunakan oleh beberapa kelompok bermain sehingga seluruh siswa dapat sekaligus bermain, dengan demikian peman-faatan waktu menjadi lebih optimal. Contoh lain permainan sepak bola yang dimodifikasi dapat mengguna-kan bola plastik, bola karet, atau balon. Low organisation games adalah permainan yang mempunyai peraturan yang tidak mengikat, sering disebut juga permainan anak. Peraturan permainan ini terdiri dari alat dan lapangan yang dipakai serta anggota pengikut permaianan, tidak ditentukan oleh suatu peraturan resmi. Permainan ini dapat diciptakan oleh siapa saja yang akan menggunakannya. Walaupun demi-kian guru yang bijaksana akan menciptakan kondisi pembelajaran dengan berbagai permainan yang akan berguna dalam perkembangan fisik, emosi, dan sosial anak. Hal yang lebih penting lagi, agar anak dapat merasa senang serta dapat beraktifitas semuanya dan bersosialisasi dengan teman-temannya oleh sebab itu permainan ini pelaksanaannya dalam bentuk kelompok serta peraturan dan peralatan yang dipergunakan disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan kemampuan anak didik.
Permainan seperti sepak bola dan Voli  merupakan alat dalam membantu proses pembelajaran pendidikan jasmani untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan umumnya. Permainan tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk mendidik anak, jadi dalam menciptakan permainan tersebut diusahakan akan mendorong berkembangya domain psikomotor, kognitif, afektif, sosial, dan emosional. Berdasarkan bola yang dipakai permainan dikelompokkan menjadi: (1) Permainan bola besar (sepak bola, bola voli, bola basket) dan (2) Pemainan bola kecil (kasti, bola bakar, dan kippers).
Secara garis besarnya penguasaan keterampilan permainan tersebut di atas bertujuan untuk hal-hal berikut ini.
1.      Meningkatkan penguasaan keterampilan gerak dasar, termasuk gerak dasar dari setiap cabang olahraga.
2.      Memberikan pengalaman berbagai macam gerak.
3.      Memberikan kegiatan pada otot besar, serta dapat menghasilkan pengembangan serta pengontrolan otot jadi lebih baik.
4.      Mengembangkan kelincahan dan reaksi anak, seperti pada start, berhenti, mengelak, berlari, meloncat, melompat, dan mengubah arah.
5.      Mempertinggi kesiap-siagaan mental dalam bereaksi pada situasi bermain, seperti kerja sama, bermain berpasangan, kelompok atau tim/regu.
6.      Mengerti dan mengikuti arah/petunjuk dalam hal-hal berikut.
a.       Mempelajari bermain dan kerja sama dengan lain tanpa terjadi pertengkaran, perselisihan dan percekcokan.
b.      Mendorong sikap sportif, jujur dan menghargai lawan tanding.
c.       Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak.
d.      Meningkatkan penalaran, keterampilan, sikap, mental, dan moral.
e.       Mengisi waktu luang.
f.       Menyalurkan kelebihan tenaga.
g.      Sarana menikmati rasa kesenangan dan rekreasi.
h.      Sebagai penyembuhan bagi yang sakit untuk menaikkan harga diri sebagai suatu pencapaian prestasi.
i.        Mendidik anak melalui permainan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar