Kamis, 23 Februari 2012

Pengertian Kesegaran Jasmani



 
Kesegaran jasmani erat kaitannya dengan kesehatan yang dimiliki  oleh setiap individu. Seseorang, baik tua maupun muda  atau anak perlu memiliki tingkat kebugaran jasmani yang baik agar dapat melakukan tugas sehari hari secara optimal.  Pada usia sekolah dasar (SD) kebugaran jasmani mempunyai peran sangat penting. Kebugaran jasmani yang dimiliki oleh anak usia sekolah dasar ini dapat membantu mereka dalam menjalankan aktivitas belajar dan bermain yang dilakukan

Batasan kesegaran jasmani sebagai terjemahan daripada kata “physical fitness” mencakup pengertian yang luas atau kompleks, sehingga tidaklah begitu mudah untuk menyusun batasan secara singkat dan tepat. Kita mengenal beberapa batasan yang antara lain diutarakan oleh:
1.      Scott and French
            Orang yang fit/segar adalah orang yang sehat, mempunyai kemauan mengatasi pekerjaan sehari-hari dan masih mempunyai temaga cadangan yang cukup tidak hanya untuk menghadapi keadaan darurat, tetapi juga untuk mengisi waktu-waktu terluang.
2.      Thomas B Quikley, MD.
Kebugaran atau Fitness adalah  suatu kualitas kondisi fisik  yang memungkinkan seseorang mampu menghadapi  tantangan hidup  dari lingkungannya secara total , berprestasi dan memiliki  fisik yang sehat. Artinya, ia dapat menahan tekanan dari likungannya tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan dan masih memiliki sisa energi untuk bermain.
3.      Prof. Drs. R. Radioputro
Ditinjau dari sudut sosial orang yang mempunyai “Physical fitness” dapat diartikan orang yang mempunyai cukup kekuatan dan daya tahan untuk melakukan pekerjaannya dengan baik tanpa menimbulkan kelelahan dan mempunyai kemampuan untuk mengisi kesukaran yang tidak terduga-duga dimana dibutuhkan usaha jasmaniah yang biasanya tidak pernah dilakukan serta dapat menikmati/dinikmati sebanyak-banyaknya waktu yang terluang.
4.      Hasil seminar kesegaran jasmani tahun 1971 di Jakarta
Seseorang yang mempunyai kesegaran jasmani dapat diartikan orang yang cukup mempunyai kesanggupan dan kemampuan untuk melakukan pekerjaannya dengan efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti”.
5. Committee on Exercice America Heart Assosiation, memberi batasan kebugaran jasmani (fitness) adalah kapasitas tubuh secara umum dalam menghadapi  kerja fisik  baik dalam posisi bergerak maupun duduk dengan aman dan efektif dan masih dapat memenuhi fungsinya dalam keluarga  maupun dalam masyarakat, serta dapat menikmati kegiatan rekreasi pilihannya tanpa  merasa kelelahan.
Secara fisiologis tekanan terhadap kerja fisik dapat berupa perubahan pada sistem kerja jantung dan paru (sistem kardiorespirasi), perubahan hormonal, dan sistem energi yang digunakan. Hal ini dipengaruhi oleh kesiapan dan kesesuaian struktur tubuh terhadap beban kerja atau tugas fisik yang dilakukan.
Seseorang bugar ditandai dengan tubuh yang tidak mengandung banyak jaringan lemak, tulangnya kokoh dan padat, otot-otot yang kuat, dan memiliki persendian yang teguh serta sistem pernafasan berdaya tahan tinggi.
Sementara  tanda-tanda kebugaran  yang rendah terdiri dari (a) struktur anatomi tidak efisien, ditandai dengan adanya pronasi, struktur tulang belakang  tidak normal, (b) kesiap siagaan dan stabilitas emosi rendah, yaitu kurang konsentrasi, mudah tersinggung dan terkejut, (c) daya tahan system kardio respiratori rendah, kondisi mudah lelah meskipun dengan aktivitas yang sangat ringan, (d) system metabolisme kurang efisien, ditandai dengan kadar kolesterol, trigleserida tinggi dan gula darah tidak normal. 
Derajat kebugaran dapat tergambar seberapa baik penyesuaian fisik terhadap beban dan tugas fisik yang dilakukan dan seberapa cepat proses pulih asal dari kelelahannya. Semakin baik tingkat tingkat penyesuaian terhadap tugas fisik dan kecepatan pulih asalnya semakin baik pula tingkat kebugaran yang dimilkinya. Dengan demikian kita perlu membahas  komponen-komponen yang mendukung tungkat kebugaran jasmani tersebut dan upaya  peningkatannya, agar kita dapat melakukan pelatihan dan pembelajaran pendidikan jasmani (olahraga) secara terarah.
Dengan batasan-batasan yang telah diuraikan dapatlah disimpulkan, bahwa seseorang berada dalam keadaan segar, jika cukup mempunyai kekuatan (strength), kemampuan (ability), kesanggupan , daya kreasi dan daya tahan untuk melakukan pekerjaannya dengan efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Dimaksudkan dengan tidak menimbulkan kelelahan yang berarti adalah selesai bekerja, masih mempunyai cukup energi dan semangat memperhatikan tugasnya untuk keluarga dan masyarakat.
Pada hakekatnya dalam kehidupan sehari-hari masih dapat menikmati waktu terluang. Jadi sama sekali bukanlah merupakan keharusan pula agar setiap orang memiliki kesegaran jasmani yang sama tingkatannya. Dan cukup kiranya bila dapat memenuhi kebutuhan pekerjaannya dengan sedikit cadangan tersedia bagi keadaan darurat. Seorang pemain sepakbola, ataupun seorang anggota tentara memerlukan kesegaran jasmani yang tentunya berbeda sekali tingkatannya daripada seorang kondektur kereta api, juru ketik kantor atau siswa.. Persoalannya adalah untuk tugas apa kesegaran jasmani harus dipersiapkan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar