Kamis, 23 Februari 2012

Pendidikan Kesehatan 1


A.    Kebersihan Pribadi
Usaha kesehatan pribadi adalah daya upaya dari seorang demi untuk memelihara dan mempertinggi derajat kesehatannya sendiri (Entjang, 1993). Pemeliharaan kebersihan pribadi tidak terlepas dari upaya pendidikan secara keseluruhan, khususnya pendidikan kesehatan. Pemeliharaan yang optimal akan terwujud apabila sejak kecil kepada anak sudah ditanamkan sikap hidup bersih dan sehat, disamping mencegah penyakit.
Agar kesehatan pribadi selalu terpelihara dengan baik, kebersihan kulit, kuku, rambut, mata, hidung, telingan, mulut, gigi dan pakaian harus selalu terjaga.
        

1.      Kebersihan Kulit
                        Karena fungsi kulit begitu penting bagi kesehatan seseorang, maka kebersihan kulit harus selalu dijaga dan dipelihara, agar kulit dapat menjalankan fungsinya dengan sebaik-baiknya.
a.       Cara membersihkan kulit umumnya dilakukan dengan mandi. Mandi berguna untuk: menghilangkan kotoran yang melekat pada kulit, menghilangkan bau keringat, merangsang peredaran darah dan syaraf, melemaskan otot-otot, memberi kesegaran kepada tubuh.
b.      Untuk Indonesia yang beriklim tropis (panas dan berdebu) mandi sebaiknya dilakukan sebanyak dua kali sehari (pagi dan sore).
                        Ada beberapa cara mandi, antara lain: mandi dengan air dingin; mandi dengan air hangat, mandi dengan air panas, mandi dengan air yang mengandung zat-zat tertentu, seperti air yang mengandung belerang, air yang mengandung garam atau mandi di laut. Sekarang ini untuk kecantikan ada mandi yang dikenal dengan mandi rempah (biasanya di salon-salon kecantikan).
                        Cara mandi yang baik dan benar adalah:
a.       Seluruh badan disiram dengan air yang digunakan untuk mandi,
b.      Kemudian seluruh badan disabun dan digosok untuk menghilangkan semua kotoran yang menempel di permukaan kulit, terutama sekali bagian yang lembab dan berlemak seperti pada lipatan paha, sela-sela jari kaki, ketiak, lipatan telinga dan muka.
c.       Setelah itu, disiram lagi sampai bekas sabun tadi terbuang bersih.
d.      Keringkan seluruh permukaan tubuh dengan handuk yang kering dan bersih.

2.      Kebersihan Kuku
                        Oleh karena kuku mempunyai fungsi dan peranan yang amat penting dalam kehidupan kita, maka kuku harus selalu dijaga dan dipelihara kebersihannya. Karena kuku yang kotor dapat menjadi sarang berbagai kuman penyakit yang selanjutnya dapat ditularkan ke bagian-bagian tubuh yang lain. Adapun ciri-ciri kuku yang baik antara lain adalah tumbuh dengan baik, kuat, bersih, dan halus.
Cara merawat kuku dapat dilakukan dengan memotong ujung kuku sampai beberapa millimeter dari tempat perlekatan antara kuku dan kulit. Potongan kuku disesuaikan dengan bentuk ujung jari supaya kelihatan lebih bagus. Pergunakan alat pemotong kuku atau gunting yang tajam agar memberikan hasil potongan kuku yang rapi. Sebaiknya setelah dipotong kikirlah tepi kuku agar menjadi lebih rapi dan tidak tajam. Setelah pemotongan selesai dilakukan, harus dilanjutkan dengan pencucian. Agar mendatangkan hasil yang baik, maka kuku sebaiknya dicuci dengan air hangat, dan pergunakan sikat (boleh juga dengan sikat gigi bekas) untuk membersihkan sisa-sisa kotoran yang kemungkinan masih tertinggal. Kemudian tangan, kaki dan kuku dikeringkan dengan lap atau handuk kering dan bersih.

3.      Kebersihan Rambut
Rambut berguna untuk melindungi kepala dan memberi keindahan. Karena itu rambut sering juga dikatakan “mahkota” bagi pemiliknya (terutama perempuan). Rambut sangat mudah kotor terutama bagi mereka yang selalu memakai minyak rambut. Apalagi kalau mereka bekerja di tempat yang terbuka dan berdebu. Untuk menjaga agar rambut tetap sehat dan indah maka rambut harus selalu dipelihara. Adapun pemeliharaan rambut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a.      Dicuci: rambut dapat dicuci setiap saat tergantung kepada selera si pemilik. Tetapi agar pemeliharaan rambut menjadi efisien, sebaiknya rambut tidak usah dicuci setiap saat, lebih-lebih rambut yang panjang dan tebal. Oleh karena itu frekuensi pencucian rambut tergantung beberapa hal, seperti:
1)      Keadaan rambut (tebal, tipis, panjang, pendek atau berminyak). Bagi orang yang berambut panjang dan tebal, pencucian rambut lebih sering dilakukan sedangkan orang yang rambutnya tipis dan pendek, frekuensi mencuci rambut lebih rendah daripada orang yang berambut panjang dan tebal. Begitu juga bagi orang-orang yang suka memakai minyak rambut, frekuensi mencuci rambut lebih tinggi daripada orang-orang yang tidak memakai minyak rambut.
2)      Lingkungan tempat tinggal atau tempat kerja. Orang-orang yang tinggal di tempat yang berdebu harus lebih sering mencuci rambutnya. Begitu juga dengan orang-orang yang bekerja ditempat terbuka, berdebu dan panas, harus lebih sering mencuci rambut dibandingkan dengan orang yang bekerja di tempat yang tertutup apalagi ber AC.
Cara mencuci rambut :
a)      Rambut dicuci dengan menggunakan bahan pembersih, seperti shampo, paling sedikit dua kali seminggu secara teratur atau tergantung pada kebutuhan dan keadaan.
b)      Rambut disiram dengan air bersih, setelah basah semua (merata) kemudian digosok dengan menggunakan shampo tersebut.
c)      Seluruh bagian rambut sampai permukaan kulit kepala digosok dengan shampo dan sebaiknya sambil melakukan pemijatan pada seluruh kulit kepala. Tujuannya adalah untuk merangsang persarafan pada kulit kepala sehingga pertumbuhan rambut menjadi sehat dan normal.
d)     Bila rambut dirasakan masih kurang bersih, gosok lagi dengan shampo, baru dibilas berkali-kali dengan air bersih sampai rambut terasa kesat (tanda-tanda sudah bersih).
e)      Setelah itu rambut dikeringkan dengan handuk yang kering dan bersih, kemudian baru disisir.
b.      Dipangkas: Tidak ada ketentuan harus berapa bulan sekali rambut dipangkas. Karena sangat tergantung kepada sifat masing-masing rambut. Pengaruh “model” yang berlaku pada waktu itu sangat menentukan frekuensi pemangkasan rambut. Jadi frekuensi pemangkasan rambut disesuaikan dengan keadaan. Tetapi yang terpenting rambut harus selalu disisir agar tetap rapi dan mudah dipelihara, dan kesehatan rambut tetap optimal.

c.       Kesehatan mata
Mata sebagai indera penglihat, sudah barang tentu mempunyai fungsi untuk melihat. Kita bisa mengenal sesuatu benda, baik ukuran, bentuk maupun keindahan suatu obyek. Disamping tugas mata untuk melihat masih banyak lagi tugas-tugas lain, diantaranya:
1)     Membantu alat keseimbangan tubuh
Alat keseimbangan tubuh seseorang berada di dalam telinga bagian dalam. Walaupun alat keseimbangan seseorang berfungsi dengan baik, tanpa dibantu oleh kedua belah mata maka keseimbangan seseorang akan terganggu. Karena itu fungsi mata juga menyempurnakan alat keseimbangan seseorang.
2)     Memberi keindahan
Seseorang akan kelihatan lebih menarik, apabila orang tersebut memiliki mata indah. Mata yang indah adalah mata yang cerah, bening, lebar dan sehat.
3)     Mendeteksi kesehatan
Beberapa penyakit dapat diketahui dengan melihat keadaan mata pemiliknya, misalnya kekurangan vitamin A, anemia (kekurangan darah merah), mata bagian bawah kelihatan pucat, tekanan mental (stress), pandangan kosong, orang dalam keadaan pingsan, pupil mengecil dan gerakan mata sangat lemah.
Agar fungsi mata selalu optimal, maka mata harus selalu dijaga dan dipelihara kesehatannya dengan jalan:
1)      Penggunaan kacamata khusus berwarna gelap untuk mengurangi rangsangan dari luar seperti debu atau sinar matahari yang kuat.
2)      Mata harus selalu dalam keadaan bersih.
3)      Mata harus dibersihkan secara teratur dengan mempergunakan boorwater 3% atau dengan rebusan air sirih dan dikedip-kedipkan beberapa saat lamanya bergantian kanan dan kiri.
4)      Jangan sekali-kali membersihkan mata dengan sapu tangan bekas penderita sakit mata.
5)      Kalau terpaksa, pergunakanlah sapu tangan yang bersih.
6)      Kalau mata kemasukan benda-benda asing, seperti debu atau sejenisnya, pergunakanah boorwater pada gelas mata, rendam mata sambil dikedip-kedipkan sampai terasa bersih.
7)      Bila membaca usahakan pertahankan jarak mata dengan buku tidak kurang dari 30 cm. Jangan membaca sambil tiduran atau dalam kendaraan yang sedang berjalan.
8)      Istirahatkan mata secukupnya dengan memejamkan mata, setelah selesai melakukan pekerjaan yang melelahkan mata. Kalau mata terasa kering, pergunakanlah obat tetes mata, dan biasakan memakan makanan yang banyak mengandung vitamin A.

d.      Kesehatan Hidung
1)      Seperti indera yang lain, hidung juga mempunyai banyak fungsi, antara lain sebagai alat pembau, mambantu alat perasa, membantu alat penglihatan, sebagai sarana keluar masuknya udara pernafasan, dan memberi daya tarik (keindahan) bagi pemiliknya.
2)      Agar hidung selalu dapat berfungsi dengan baik, maka hidung harus selalu dirawat dengan baik. Karena hidung merupakan tempat keluar masuknya udara nafas, maka udara yang masuk selain mengandung zat asam juga mengandung banyak debu dan zat-zat lain. Faktor inilah yang menyebabkan hidung menjadi kotor, karena debu dan zat-zat lain yang terbawa tadi disaring oleh bulu-bulu halus yang ada di hidung. Kalau hidung terlalu kotor, kemungkinan bisa mengganggu fungsi penyaringan dan jalannya nafas. Untuk menjaga jangan sampai terjadi gangguan tersebut maka secara teratur hidung harus selalu dibersihkan.


e.         Kebersihan Telinga
1)      Telinga berguna antara lain sebagai alat pendengaran, sebagai alat keseimbangan (alat keseimbangan tubuh berada di telinga bagian dalam), membantu alat penglihatan (dengan mata tertutup bisa menentukan arah atau posisi benda-benda tertentu), dan memberi keindahan.
2)      Cara-cara pemeliharaan telinga
Agar fungsi telinga tetap optimal maka telinga harus selalu dibersihkan secara teratur. Tetapi dalam membersihkan telinga sangat tidak dibenarkan menggunakan benda-benda yang runcing. Pergunakanlah alat pembersih telinga khusus (cotton buds) yang banyak dijual di toko-toko kelontong atau dalam membersihkan telinga tidak boleh terlalu bersih selama tidak mengganggu pendengaran atau menimbulkan bau. Karena tahi telinga yang basah dapat membunuh serangga yang masuk ke telinga. Tetapi tahi telinga yang kering harus dikeluarkan semua. Kalau merasa ada gangguan pendengaran, segeralah periksakan ke dokter agar tidak terjadi gangguan lebih jauh.

f.       Kebersihan Mulut dan Gigi
1)      Kegunaan mulut termasuk lidah, bibir dan gigi antara lain untuk mengunyah makanan, untuk berbicara, untuk memberi keindahan dan sebagai alat pengecap.
2)      Pemeliharaan mulut dan gigi
Mulut, lidah dan gigi merupakan suatu kesatuan, karena gigi dan lidah berada di dalam rongga mulut. Dengan membersihkan gigi berarti juga membersihkan rongga mulut dari sisa-sisa makanan yang biasanya tertinggal diantara gigi. Untuk membersihkan gigi yang biasa dilakukan adalah menyikat gigi dengan sikat gigi. Pada waktu menyikat gigi atau menggosok gigi yang harus diperhatikan adalah arah penyikatan. Arah penyikatan yang baik adalah dari gusi kepermukaan gigi, karena selain membersihkan gigi juga melakukan pengurutan kepada gusi. Lidah juga harus disikat. Gerakan penyikatan gigi bisa dikombinasikan antara gerakan ke atas ke bawah dengan gerakan maju mundur. Penyikatan dilakukan sampai semua permukaan gigi tersikat atau tergosok. Setelah selesai disikat, kumur-kumur dengan air bersih. Menggosok gigi sebaiknya dilakukan segera setelah selesai makan (makan pagi) dan pada saat menjelang tidur malam. Sebaiknya menggunakan sikat gigi yang bulu-bulunya tidak terlalu kasar atau terlalu halus, permukaan bulu sikat gigi yang rata, kepala sikat gigi kecil dan tangkainya enak dipegang.

g.      Pakaian yang Bersih dan Serasi
1)      Pakaian yang dimaksud adalah pakaian yang dipakai sehari-hari, seperti baju, kaos oblong, rok, celana, kaos kaki, sepatu dan sebagainya. Pakaian berguna antara lain untuk melindungi kulit dari kotoran yang berasal dari luar, seperti debu, lumpur dan sebagainya, untuk melindungi kulit dari sengatan matahari atau cuaca dingin, untuk membantu mengatur suhu tubuh (pakaian yang tebal bisa mengurangi atau menahan rasa dingin) untuk mencegah masuknya bibit penyakit, seperti cacing tambang yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui telapak kaki. Tetapi dengan memakai sepatu atau sandal dapat mencegah masuknya cacing tambang tersebut, dan untuk memberi keindahan bagi pemakainya.
2)      Pemeliharaan dan penggunaan pakaian
a)      Pakaian hendaknya diganti setelah selesai mandi atau bila kotor atau bila basah, baik kena air ataupun kena keringat. Kalau tidak bisa langsung dicuci, pakaian yang basah jangan ditumpuk, sebaiknya baju digantung untuk mencegah tumbuhnya jamur. Jamur akan tumbuh subur di tempat yang lembab. Setelah dicuci, baju disetrika dengan baik dan rapi. Begitu juga dengan sepatu. Upayakan sepatu selalu dalam keadaan kering, tidak boleh lembab. Agar awet, sepatu harus selalu disemir. Kalau sepatu karet, pencucian harus dilakukan secara teratur, agar tidak kotor atau menimbulkan bau tidak sedap. Kenakan pakaian yang sesuai dengan ukuran tubuh.
b)      Penggunaan pakaian
Pakaian harus dibedakan, antara lain: pakaian rumah, pakaian sekolah/ kerja, pakaian keluar rumah, pakaian tidur, pakaian pesta dan pakaian olahraga yang masih harus disesuaikan dengan cabang olahraganya.
Pemeliharaan kesehatan pribadi itu mudah. Bila kita sudah paham akan kaidah kesehatan, kita harus mampu mengamalkannya. Musuh paling besar adalah kemalasan atau keengganan untuk berbuat. Ingat, buang jauh-jauh sikap malas sebab berakibat fatal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar